Berpikir Positif : Stop Self-talk yang Negatif!

Diperbarui

Apakah gelas Anda setengah kosong atau setengah penuh? Bagaimana cara Anda menyikapi pertanyaan klasik seputar berpikir positif ini dapat mencerminkan pandangan Anda tentang kehidupan, sikap Anda terhadap diri sendiri dan juga menunjukkan apakah Anda adalah orang yang optimis atau pesimis, semua ini dapat berpengaruh ke dalam kesehatan Anda secara keseluruhan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ciri-ciri dari beberapa kepribadian seperti optimizme dan pesimisme dapat memperngaruhi banyak area kesehatan dan kesejahteraan Anda, pikiran positif yang biasanya disertai dengan optimisme adalah bagian penting dari manajemen stres yang efektif, dan manajemen stres yang efektif telah dikaitkan dengan banyak sekali manfaat kesehatan, jika Anda cenderung pesimis, jangan cepat berkecil hati, Anda dapat mempelajari berbagai keterampilan untuk berpikir positif.

Berpikir Positif dan Self-Talk

wanita sedang memikirkan sesuatu

Berpikir positif bukan berarti Anda berpegang teguh pada sesuatu dan mengabaikan berbagai situasi hidup yang kurang menyenangkan, berpikir positif adalah Anda menyikapi ketidaknyamanan dengan cara yang lebih positif dan produktif, Anda berpikir sesuatu yang terbaik terhadap sesuatu yang akan terjadi, bukan yang terburuk.

Pemikiran positif sering kali dimulain dengan self-talk, self-talk adalah aliran dari pikiran yang tidak terucapkan dan tanpa akhir yang mengalir di dalam kepala Anda, pikiran-pikiran otomatis ini bisa berupa positif dan juga negatif, beberapa dari self-talk Anda berasal dari logika dan nalar, self-talk lainnya mungkin timbul dari kesalahpahaman yang Anda buat karena kurangnya informasi.

Jika sebagian besar pikiran yang melintas di kepala Anda negatif, akan berpengaruh ke pandangan hidup Anda yang juga akan pesimis, jika sebagian besar pikiran Anda positif, kemungkinan besar Anda adalah orang yang optimis.

Berbagai Manfaat Kesehatan Dari Berpikir Positif

wanita sedang berpikiran positif

Para peneliti telah mengeksplorasi dampak berpikir positif dan optimisme terhadap kesehatan, berbagai manfaat kesehatan yang dapat di peroleh dari kebiasaan berpikir positif di antaranya adalah :

  • Peningkatan rentang hidup.
  • Tingkat depresi yang lebih rendah.
  • Tingkat kesulitan hidup yang lebih rendah.
  • Resistensi yang lebih kuat terhadap flu biasa.
  • Kesejahteraan psikologis dan fisik yang lebih baik.
  • Kesehatan kardiovaskular yang lebih baik dan penurunan resiko kematian akiba dari penyakit-penyakit kardiovaskular.
  • Keterampilan dalam mengatasi stres yang lebih baik.

Belum begitu jelas sepenuhnya mengapa orang-orang yang berpikiran positif dapat merasakan manfaat-manfaat kesehatan ini, satu teori mengatakan bahwa dengan memiliki pandangan yang positif memungkinkan Anda untuk dapat menguasai berbagai situasi stres dengan lebih baik, sehingga dapat mengurangi berbagai efek stres yang dapat membahayakan kesehatan Anda.

Diperkirakan juga bahwa orang-orang yang positif dan optimis memiliki kecenderungan menjalani gaya hidup yang lebih sehat, mereka melakukan lebih banyak aktivitas fisik, mengikuti pola makan yang sehat dan tidak merokok atau minum minuman beralkohol secara berlebihan.

Mengidentifikasi Pemikiran Negatif

pikiran negatif

Apakah Anda tidak yakin, self-talk yang Anda miliki termasuk positif atau negatif? Berikut beberapa contoh dari self-talk yang cenderung negatif :

  • Penyaringan. Anda memperbesar aspek-aspek negatif dari suatu situasi dan menyaring semua aspek positifnya, misalnya, Anda mengalami hari yang menyenangkan di tempat kerja, Anda menyelesaikan tugas sebelumnya dan mendapatkan pujian karena Anda dapat melakukan pekerjaan denga cepat dan tuntas, malamnya, Anda malah hanya fokus pada rencana Anda untuk dapat melakukan lebih banyak tugas dan melupakan pujian yang telah Anda terima.
  • Personalisasi. Ketika sesuatu yang buruk terjadi, Anda otomatis menyalahkan diri sendiri, misalnya, Anda mendengar bahwa acara keluar malam bersama teman-teman dibatalkan, dan Anda kemudian berasumsi bahwa pembatalan acara tersebut disebabkan karena mereka tidak mau berada di dekat Anda.
  • Menyesatkan. Anda secara otomatis mengantisipasi yang terburuk, sebuah kedai kopi salah mengantarkan pesanan Anda dan Anda secara otomatis berpikir bahwa sisa hari Anda akan menjadi bencana.
  • Polarisasi. Anda hanya melihat hal-hal baik atau buruk, tidak ada jalan tengah, Anda merasa bahwa Anda harus sempurna atau gagal total.

Fokus Pada Pemikiran Positif

Berpikir Positif

Anda dapat belajar untuk mengubah pikiran negatif menjadi berpikir positif, prosesnya cukup sederhana, namun membutuhkan waktu dan latihan, Anda akan menciptakan sebuah kebiasaan baru, berikut beberapa cara untuk dapat berpikir dan berperilaku dengan cara yang lebih positif dan optimis :

  • Identifikasi area yang perlu diubah. Jika Anda ingin menjadi orang yang lebih optimis dan memiliki pemikiran-pemikiran yang lebih positif, pertama-tama kenali terlebih dahulu area-area dari kehidupan Anda yang biasanya Anda pikirkan dengan cara negatif, apakah itu pekerjaan, perjalanan sehari-hari atau hubungan, Anda dapat memulai dengan perlahan mulai dari satu area, dekati dan sikapi area tersebut dengan cara yang lebih positif.
  • Periksa diri sendiri. Secara berkala di sepanjang hari, berhentilah sejenak dan evaluasi apa yang sedang Anda pikirkan, jika ternyata pikiran Anda sebagian besa berisi hal-hal yang negatif, cobalah untuk mencari cara untuk dapat memutarbalikkannnya sehingga dapat berubah menjadi lebih positif.
  • Bersikap terbuka terhadap humor. Izinkan diri Anda untuk tersenyum atau tertawa, terutama pada saat-saat sulit, cari humor di seputar kejadian sehari-hari, ketika Anda bisa menertawakan kehidupan, Anda akan merasa tidak perlu untuk terlalu stres.
  • Ikuti gaya hidup sehat. Usahakan untuk berolahraga selama sekitar 30 menit tiap harinya, Anda juga dapat memecahnya menjadi per 10 menit sebanyak 3 kali dalam satu harinya, olahraga secara positif dapat mempengaruhi suasana hati dan mengurangi stres, ikuti sebuah diet sehat untuk mengisi pikiran dan tubuh Anda dengan cara yang tepat dan pelajari berbagai teknik dalam mengelola stres.
  • Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang positif. Pastikan orang-orang yang ada di sekitar hidup Anda adalah orang-orang yang positif dan suportif yang dapat Anda andalkan untuk memberikan berabgai saran serta umpan balik yang bermanfaat, orang-orang yang negatif dapat meningkatkan tingkat stres Anda dan membuat Anda meragukan kemampuan Anda dalam mengelola stres dengan cara yang sehat.
  • Berlatih berbicara dengan diri sendiri secara positif. Mulailah dengan mengikuti satu aturan sederhana, jangan mengatakan apapun kepada diri sendiri yang tidak akan Anda katakan kepada orang lain, bersikaplah lembut dan penuh semangat pada diri sediri, jika pikiran-pikiran negatif memasuki pikiran Anda, evaluasilah secara rasional dan tanggapi dengan penegasan tentang apa yang baik untuk Anda, coba pikirkan tentang berbagai hal yang dapat Anda syukuri dalam hidup Anda.

Berikut ini beberapa contoh dari self-talk yang negatif dan bagaimana kemudian Anda dapat menerapkan suatu pembalikan untuk dapat berpikir positif :

Negative Self-talkPositive Thinking
Saya belum pernah melakukan ini sebelumnya.Ini adalah sebuah kesempatan untuk dapat mempelajari sesuatu yang baru.
Ini terlalu rumit dan sulit.Saya akan mampu mengatasinya melalui sudut yang berbeda.
Saya tidak memiliki sumber daya.Kebutuhan adalah ibu dari segal penemuan.
Saya terlalu malas untuk dapat menyelesaikannya.Saya tidak dapat memasukkannya ke dalam jadwal saya, tetapi saya dapat memeriksa kembali beberapa prioritas saya.
Tidak mungkin itu akan berhasil.Saya dapat mencoba untuk membuatnya berhasil.
Itu perubahan yang terlalu radikal.Mari kita ambil kesempatan.
Tidak ada yang mau berkomunikasi dengan saya.Saya akan melihat apakah saya dapat membuka jalan komunikasi.
Saya tidak akan menjadi lebih baik dalam hal ini.Saya akan mencobanya kembali.

Berlatih Positive Thinking Setiap Hari

pria berlatih untuk berpikir positif

Jika Anda cenderung memiliki sebuah pandangan yang negatif, jangan beharap akan mampu menjadi optimis hanya dalam waktu semalam, tetapi dengan latihan, pada akhirnya self-talk Anda akan berkurang dalam hal kritik diri dan lebih banyak tentang penerimaan diri, Anda mungkin juga menjadi kurang kritis terhadap dunia di sekitar Anda.

Ketika keadaan pikiranAnda pada umumnya telah optimis, Anda akan lebih mampu menangani stres yang datang sehari-hari dengan cara-cara yang lebih konstruktif, kemampuan itu dapat berkontribusi pada berbagai manfaat kesehatan yang dapat terlihat jelas dari sebuah cara berpikir yang positif.

Referensi

  • Positive thinking: Stop negative self-talk to reduce stress. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/positive-thinking/art-20043950
  • Carver CS, et al. Optimism. Clinical Psychology Review. 2010;30:879.
  • Hernandez R, et al. Optimism and cardiovascular health: Multi-ethnic study of atherosclerosis (MESA). Health Behavior and Policy Review. 2015;2:62.
  • Applebaum AJ, et al. Optimism, social support, and mental health outcomes in patients with advanced cancer. Psycho-oncology. 2014;23:299.
  • Seaward BL. Reframing: Creating a positive mind-set. In: Essentials of Managing Stress. 4th ed. Burlington, Mass.: Jones & Bartlett Learning; 2017.
  • Seaward BL. Managing Stress: Principles and Strategies for Health and Well-Being. 8th ed. Burlington, Mass.: Jones & Bartlett Learning; 2015.
  • Karren KJ, et al. Mind/Body Health: The Effects of Attitudes, Emotions, and Relationships. 5th ed. Glenview, Ill.: Pearson Education; 2014.
  • Sood A. The Mayo Clinic Guide to Stress-Free Living. Cambridge, Mass.: Da Capo Press/Lifelong Books; 2013.
  • Cohen S, et al. Positive emotional style predicts resistance to illness after experimental exposure to rhinovirus or influenza a virus. Psychosomatic Medicine. 2006;68:809.
  • Physical Activity Guidelines for Americans. 2nd ed. U.S. Department of Health and Human Services. https://health.gov/paguidelines/second-edition. Accessed July 16, 2019.